Langsung ke konten utama

Namanya Ni Wayan Desi Larasani

Ya, Ni Wayan Desi Larasani
Paras Bali nan cantik lekat di wajahnya
Kebaikan hati menyatu padanya,

Ras,
sungguh cuma kau satu-satunya,
Satu-satunya sahabat sejatiku,
Satu-satunya wanita idamanku,
Satu-satunya musuh angkuhku,

Laras,
Ingatkah kau tentang kisah panjang kita?
Mungkin tak terlalu panjang, meski 3 tahun bersama
Tapi rasanya sudah 3 dasawarsa kita saling ada

Ras,
Masih ingat tentang perdebatan kita? Di message facebook?
Masih ingat dengan tawa kita saat salah langkah di kegiatan paskibra? 

Masihkah lekat kesalahanku saat ingkar janji untuk berendam di kolam Pondok Indah bersama?

Kini kau telah terbang,
Terbang bersama setumpuk kenangan,
Segudang kepedihan hati
Dan takkan mungkin kembali

Wayan,
Mungkin kau sudah di surga
Ya, aku percaya
Ras,
Titipkan salam pada Dewamu agar tidak menyiksamu yang masih suci
Agar tidak membuangmu ke perapian neraka yang membara
Agar tetap membiarkanmu menari indah disurga-Nya

Way,
Aku bersumpah, takkan ada yang bisa menggantikan lugunya sifatmu,
Indahnya senyummu,
Manjanya tawamu,
Serta rendahnya hatimu

Duhai sahabat,
Aku merindumu, sungguh...











Selamat tahun baru Saka, Way.. tenang di surga...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.