Langsung ke konten utama

Katanya sih, PMS...


Mungkin sudah jadi rahasia umum ya, Pra Menstruasi Syndrom (PMS) dihidup perempuan tuh, hal yang paling menyebalkan. Kaum wanita di seluruh dunia pun mengakaui bahwa PMS adalah masa dimana wanita menjadi monster dan terkadang menjadi kucing yang haus akan belaian. Aku wanita, tak banyak berbeda tentang hal itu.


Sepuluh hari menjelang menstruasi adalah momen dimana pasokan coklat harus sudah tersedia serta tissue musti stand by di kamar! Pasti ada saja yang membuat hatiku jengkel dan tak jarang teriris, nangis.

Seperti saat ini. Beragam rasa di hati, bermacam pikiran menghantui memori. Masalah. Ya, pasti. Seolah masalah datang membabi buta, rasanya kejam, membiarkan wanita kece menghadapi berbagai kerumitan masalah yang mestinya bisa diselesaikan secara sederhana. Mulai dari rumah, kuliah, hingga asmara.

Aku mungkin tidak pandai membuka mulut kepada kawan bicara demi mengadu nasib atau bahkan meminta bantuan. Saat marah, aku hanya diam jutaan bahasa. Paling tidak hanya kata "ya" atau gumaman saja yang kudesahkan. Tak banyak bicara mungkin lebih baik saat hati sedang membara. Kalau sudah tak bisa kutahan, ya sudah, biarlah air mata yang mengucapkannya.

Ditambah jika ada orang yang salah kata terhadapku meski mereka tak sengaja, menunggu seseorang dengan waktu yang lama dan memancing emosi saat twitter-mu berkicauan. Bagaikan membangunkan singa sedang tidur.

Bicara soal twitter, banyak tipe pengguna sosmed yang sedang naik daun itu. Mulai dari pengguna yang mengganti buku diary-nya di sosmed berlogo burung itu, menjadi "a serious user", fun user, bahkan ada yang untuk berjualan, menyukseskan partai dan lainnya. Aku termasuk tipe kesemuanya. Kadang aku curhat, tak jarang aku menghakimi tokoh politik namun lebih sering tweet-ku lebih kepada hiburan atau bercanda.

Namun sayang, tak semua pembaca kuharapkan sepaham dengan tweet ku. Kadang mereka datang dengan perasaan yang teramat serius, marah-marah, memfitnah dan mehakimi yang harusnya tak perlu disikapi dengan hal begitu. Aku terganggu. Aku merasa mereka sotoy, sok tahu, belagu, akh! Akhirnya aku benci. Aku benci saat aku membenci orang, karena pasti rasa itu terasa abadi. Efeknya adalah ketika PMS, aku teringat, kesal dan menangis.

Masalah asmara pun turut mengundang. Banyak kesalahpahaman yang terjadi. Mantan-mantan pun datang silih berganti. Tinggal aku yang harus menata hati untuk menyikapi tanpa emosi. Sesungguhnya aku tidak akan mudah terserang virus cemburu, namun pengecualian itu pasti. Aku tahu siapa yang harus aku waspadai untuk dicemburui dan aku juga harus diketahui untuk siapa kamu tak perlu mencemburu.

Yang aku butuhkan saat PMS dan masalah-masalah mendarat hanyalah waktu, tissue dan tempat sepi. Biarkan aku sendiri, meluapkan emosi dan menyeka air mata yang mengalir dari hati. Aku kadang tak perlu teman bicara kalau mereka hanya mengacuhkan. Kau boleh menemaniku, duduk di sampingku dan menghibur mengundang tawaku, tapi jangan sesekali kau menanyakan perasaan hati bahkan membahas masalah yang ada dan nempel di memori.

Ya Rabb, tolong dipercepat si 'bulan' datang. Biarkan hati ini lapang. Tolong juga hapuskan penyakit hati yang menyerang. Jangan biarkan hati ini terkikis iri, dengki dan benci. Terima kasih ya Allah, Kau memang Maha Penyayang dan Pemurah yang tak tertandingi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.