Selasa, 14 Agustus 2012

Omswastiastu


Dua tahun yang lalu, ketika aku beringkar malah aku yang ditinggal. Ditinggal oleh sahabat terkasih. Ditinggal pergi dan takkan kembali. Ditinggal mati diusia dini. Ditinggal pulang ke pangkuan sang Illahi.

Setelah beberapa tulisan lain tentang Wayan, diselipkan diakhir paragraf pada judul terujung; semoga tak ada lagi air mata ketika aku mengenangnya. Aku berusaha, namun kutak bisa. Masih saja setetes dua tetes kujatuhkan dari mata ke pelipis hingga turun dengan lembut di pipi.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Tersambut Ramadan

Aku atau bahkan kebanyakan orang mungkin merindukan Ramadan datang. Ya, aku selalu merindunya. Rindu akan suasana yang tiba-tiba orang terlihat sabar, lebih sabar atau makin sabar. Rindu Ramadan karena setiap memperhatikan infotainment, artis-artis jumpalitan pamer amal, sedekah, umroh dan ibadah-ibadah lainnya. Ketika maghrib tiba, berkah yang datang untuk para pemasar makanan pun juga sering aku rindukan. Rindu ketika aku kehabisan kue lopis di depan gang dan memutar jauh hingga ke pasar Benhil demi mendapatkan sekantong surabi durian. Ah, kapan lagi kita berbondong-bondong ke masjid demi mendapatkan shaf ternyaman untuk bertarawih. Sungguh, Ramadan penuh berkah.