Langsung ke konten utama

Omswastiastu


Dua tahun yang lalu, ketika aku beringkar malah aku yang ditinggal. Ditinggal oleh sahabat terkasih. Ditinggal pergi dan takkan kembali. Ditinggal mati diusia dini. Ditinggal pulang ke pangkuan sang Illahi.

Setelah beberapa tulisan lain tentang Wayan, diselipkan diakhir paragraf pada judul terujung; semoga tak ada lagi air mata ketika aku mengenangnya. Aku berusaha, namun kutak bisa. Masih saja setetes dua tetes kujatuhkan dari mata ke pelipis hingga turun dengan lembut di pipi.


Wayan, sudah dua tahun kau pergi, tapi kenangan tentangmu takkan lari, sayang. Maafkanlah aku yang tak sempat mewujudkan impian sederhanamu.

Aku ikhlas, Way... Aku rela. Mungkin benar kata pemilik beberapa mulut; kau pergi memang sudah takdir, kepergianmu sudah dituliskan, agar kau tak lagi menopang beban hidup sendiri. Agar kau lepas dan bebas mencapai nirwana. Agar kau tak lagi tertekan dengan segala tempaan dunia. Aku tahu bagaimana dirimu. Aku hapal tentang keluargamu. Aku pun paham betul kekuatanmu.

Wayan, izinkan aku merindumu untuk jutaan kali. Biarkan aku tenggelam di kubangan memori bersamamu. Tetaplah berdiri di tiap mimpi dan anganku.

Andai kau tahu, Way. Aku sungguh menginginkanmu kembali. Bercengkrama dengan kodian cerita kita. Berjuang demi segudang cita dan asa kita berdua, tapi tak mungkin rasanya. Kau tak mungkin nyata kembali.

Aku kehilanganmu, sangat. Andai rindu ini dapat dibeli, mungkin aku sudah fakir karena terlalu mahal untuk mendapatnya. Kubiarkan hati ini terbalut rindu dan kasih. Kubiarkan hati ini kehausan akan cerita persahabatan kita. Kubiarkan aku merana tanpa seorang kawan untuk berbagi.

Untukmu, wahai saudaraku. Kuikhlaskan kepergianmu. Kuteguhkan hati tanpa hadirmu. Kuhapuskan lirih saat mengenangmu. Dan yang pasti, kudoakan kematianmu agar kau mendapatkan pangkuan yang hangat dari Tuhanmu.



Wayan, percayalah, kau takkan pernah terganti.


28 Juli 2012
Seprai Kuning, Kemandoran



Baca juga:

Komentar

  1. Mungkin Ia tidak akan pernah lagi menjadi nyata, Bi..

    Tapi cakrawala menuliskan rindunya untukmu setiap kali wajahmu tengadah ke angkasa,
    sembari mengingat jutaan detik kala bersama yang terpatri dalam lorong jiwa..

    Berjalanlah, Ia akan senantiasa mengirimkan malaikat kecil pengganti dirinya untuk menhapuskan satu dua air mata yang kau titikkan untuknya..

    Untuk senyum yang kan terbit setelah puas bercengkrama..

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.