Langsung ke konten utama

AKU RINDU PANTAI!!!

Meski belum terlalu banyak pantai yang kujamahi di negeri pertiwi ini, namun rasanya mencintai pantai sudah kugemari sejak kecil. Ya, mungkin karena di Jakarta nihil untuk kehadiran wisata alam gunung, hanya ada pantai Ancol, jadilah aku mati-matian cinta pantai. Selain alasan di atas untuk mencintai pantai, mungkin juga karena aku tak terlalu hobi dengan ketinggian. Ngilu, brooooo

Waktu kecil sering sekali diajak ke puncak, kebun teh dan dataran tinggi lainnya. Untuk mencapai puncak aja, aku malasnya setengah mampus! Capek! Pegel! Duh, enggak deh, enggak... Pas sampai di atas bukit sih, seneng, puas, pemandangan indah, hijau-hijau jingga, langit biru, belum lagi kalau ada kabut dan udara sejuknya. Tapi, setelah menengadah kepala ke bawah, "gggrrrrrr...", dengkul lemas, gemetar, dada dag-dig-dug gak karuan. Seolah akan jatuh ke bawah jurang dengan luka besat-beset-besot dan babak belur, biru-biru, legam, aaaaak! Tidaaaakk!!! Secara ya, pegunungan itu bawahnya tanah, kalau jatuh ya kalau gak cacat, mati. Ugh!!!

Ketika kelas 2 SD, ayah mengajariku berenang dari sekedar meluncur, mengapung hingga gaya bebas,  akhirnya aku lihai! Aku makin cinta air. Setidaknya untuk bisa mengambang, aku bisa! Dan rasa penasaran untuk berenang selain di kolam renang (berenang di tengah laut) pun meningkat! Sayangnya, setiap ke pantai, aku selalu main di pinggiran, tak pernah sampai ke tengah, bahaya ombak, kata bunda. Alhasil, setelah tumbuh dewasa, aku berkesempatan untuk memulai hobi traveling-ku.

Tidung is the first place i visited. Waktu itu sih, lagi jaman-jamannya main ke pantai, Tidung. Lagi wah-wah-nya deh. Di sana, akhirnya impianku terwujud, berenang di tengah laut! Snorkeling pula! Lihat ikan warna-warni, karang, ubur-ubur, pokoknya indah! Bahkan aku gak sadar bahwa aku telah terlalu jauh berenang dari kapal (waktu itu sih masih bagus ya). Setelah Tidung, ada beberapa pantai indah lainnya yang kukunjungi. Sebut saja Karimunjawa, lalu Indrayanti.

Hasrat untuk menginjakkan kaki di pantai-pantai yang Indonesia banggakan makin lama makin menggebu. Kalau sedang penat dan bosan karena tugas kuliah, pacar yang suka aneh-aneh kelakuannya, tekanan ayah-bunda supaya begini begitu, aku pasti rindu suasana pantai. Karena, di sana, aku bebas teriak apa saja, bercerita pada angin, kepada pasir putihnya, emosiku bagai hilang terbawa desir-desir ombak, pikiranku luas seluas samudera. Dan yang pasti, pantai selalu bisa membuat pikiranku jernih tanpa karang yang menancap.

Yes, saat ini, detik ini, dengan segala rasa di dada, tugas kuliah tak ubahnya, dan konflik-konflik batin lain yang mengepung jiwa, kulantangkan jeritan hati ini bahwa aku rindu pantai.

Komentar

Pos populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.