Langsung ke konten utama

Maaf ya, Nes...


Woohoo!!! Long weekend, soooob! Kamis- Minggu, 15-18 November 2012. Pasti banyak orang yang menghabiskan liburan ini untuk menyambangi tempat wisata-wisata keren di sekitar rumahnya, dan kampung halamannya di negeri pertiwi ini.

Saya mengagendakan liburan ini ke Pok Tunggal, Gunung Kidul, Yogyakarta. Exciting sih, cuma pusing, susah cari tiket. Singkat cerita, pagi hari sebelum sorenya berangkat, saya sempatkan untuk online twitter di PC, iseng-iseng sekalian buka web-nya PTKAI untuk booking tiket kereta pulang, alhasil tiket full-booked semua.


Di tengah kegundahan hati, saya menemukan conversation thread nya @meilya ke @marrines tentang ulang tahun Ines.

"Hah, ines ultah???? Emang ini tanggal berapa???"

Sumpah! Saya khilaf, saya lupa bahwa kemarin orang yang saya sebut-sebut dengan bangga sebagai sahabat-best-friend-forever, yang sering ikut traveling ke Jogja seru, Karimunjawa mantap dan yang sering disangka kakak-adik kalau jalan berdua!

Dengan entengnya saya replay all tweet itu "gue belom nih... *sok cool*". Padahal mah nge-update tweet itu dengan penuh rasa bersalah.

"Ah gilaaaaaakkk! How could I forget her special day!!!" gumamku.

Bukan karena asyik ngurus rencana perjalanan long weekend ini, bukaaaan! Malah pusing, ribet, tiket gak dapet, gak booking dari jauh-jauh hari. Belum lagi tugas-tugas yang mengantre! Eeeerrrgghhhhh! Sedih banget bisa lupain Ines (secara gak langsung). Maaf ya, Nes...

Akhirnya, saya kirim aja voice note yang penuh drama. Bukannya ngucapin ultah, malah pake tambahan curhat. Hehehe.

Selamat ya, Nes, kamu masih kupercaya jadi sahabat terbaik. Semoga panjang umur, selalu sehat serta bahagia. Biar kita bisa terus seneng sama-sama. Semoga kamu, @meilya dan @praptiw longlast :')

I love you, guys!!!

Komentar

Pos populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.