Langsung ke konten utama

Mereka Cuma Figuran


"Hai cowok, bilang apa sama aku, hayooooo???"

Tanpa diminta pun lelaki itu pasti berucap. Apapun. 'Terima kasih" misalnya. "Maaf" juga sering. Bahkan, kata-katanya diekspresikan dengan mata berkaca-kaca sambil memeluk saya pun sudah ribuan kali dilakukan.

Banak.
Entahlah, sudah berapa kali blog ini dipenuhi tentang Banak. Suka bosan, sih, kayak gak ada topik lain aja ya? Hehe
Ya, gimana dong, kalau tentang Banak, saya bisa lancar menulis dan dalam waktu kurang lebih sepuluh menit, tulisannya pun selesai.


Beberapa hari belakang ini Banak tertimpa musibah (banyak); doi jatuh ketika sedang bertandang di lapangan futsal bersama teman-temannya. Lalu ia segera pergi ke tukang urut. Konon, 'engkel'-nya kegeser, dua hari lagi balik untuk urut recovery. Herannya, kenapa musti nunggu dua hari. Dan setelah dua hari dilalui, Banak dengan ngesot-ngesot dan lompat-lompat, -berjalan pun ia sulit-akhirnya ia kembali datang ke tukang urut. Sebelumnya, area yang cedera membengkak sangat besar. Banyak sekali yang mengira kalau Banak kaki gajah! (Ini sudah saya cerita di sini kan ya? Hihi)

Selain masalah kaki, ada beberapa segelintir masalah yang sampai saat ini pun ia-kita- gak tahu, apakah ini bisa disebut masalah atau bukan. Semenjak Banak sakit, otomatis waktu ketemuan kita berkurang, karena terhambat oleh kaki yang sulit diajak jalan. Tapi, maaf ya, saya bukan perempuan yang cinta pas senangnya aja, susah juga!!! Alhasil, saya deh yang rajin ngojek demi ke Macondo dampingin Banak. Soalnya jarang sekali ada orang yang mau nyisihin waktunya buat mampir ke Macondo.

Nah, saat-saat begini, kata Banak, ia merenung. Banak cerita banyak setiap hari apa yang sudah bisa ia kerjakan. Ia malah senang sakit, bisa mengurung diri dengan macam-macam buku yang bisa dibaca leluasa. Jadi, ya kerjaannya Banak baca doang! Paling keren ya bersih-bersih Macondo dan bikin kopi.

Di suatu keheningan, Banak bercerita.
"Karena sakit begini, aku jadi bisa nilai orang. Mana yang benar-benar teman, mana yang enggak. Mana yang perhatian, mana yang cuek." 

Kaget sih, apalagi pas Banak bilang, "temen-temenku ke mana ya? Adik-adikku juga."

"Lah, emang belum ada yang jenguk? Nanyain kabar?" Sambarku.
"Udah ada. Beberapa. Dan bahkan ya, Biy, mereka datang dari orang yang gak aku kenal dekat. Mana teman-teman yang kemarin begitu mesra? Mereka pun gak ada. Beda sih ya."

Nah, ini yang tadi saya sebut 'masalah yang tidak tahu apakah ini masalah'. Tentu ini jadi bagian dari masalah hidup. Ketika kita adalah tokoh utama dan orang lain hanyalah figuran. Mereka bisa saja (bebas) datang dan pergi sesuka hati, tapi nanti, akan nampak siapa sahabat sejati.

"Makasih, ya, Biy... Kamu yang paling setia. Gak ada duanya..."
*Tersipu* ;;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.