Langsung ke konten utama

Rindu Jutaan Kali


Kursi belakang bus ini menyiksaku; tak ada pemandangan yang bisa kusentuh dengan mata, bahkan kaca mataku. Hanya bokong orang-orang dan tas-tas mereka yang sering menghantam wajah. Belum lagi kaki-kaki lincah penumpang lain yang seenaknya menyeruduk kakiku.





Sebelum semuanya terjadi, ketika bagian paling ramai bus ini masih lengang, aku terpaku menatap seorang gadis berbatik biru denga rok panjangnya. Ia masuk tertatih-tatih karena banyaknya beban yang ia bawa; pianika, map dan tas ransel yang sengaja ia panjangkan talinya hingga menutupi seluruh bokong ratanya. Semakin larat aku memperhatikannya,  seketika kisah masa-masa sekolahku dulu berputar di kepalaku.

Memoriku bekerja begitu baik. Kuingat jelas ketika rambutku masih dua jari di bawah telinga. Dengan atasan batik yang sengaja ku-vermak demi memberi kesan fit body dan rok panjang putih pula kubredel hingga memperlihatkan lekuk tubuhku dari pinggang hingga kaki. Tiba-tiba, pada saat itu juga, hadirlah orang yang paling pertama kuingat selalu ketika mengenang masa sekolah dulu, Wayan.

Memoriku makin gancang menerjang segala momen-momenku bersamanya. Ketika kita bernarsis ria dengan laptop barunya di kelas, ketika kita pergi beramai-ramai ke Atlantis, ketika di Bandung, ketika kami bertukar menu bekal, ketika kami berlari-lari di lorong sekolah, ketika di barisan saat paskibra, dan yang pasti ketika aku merasa sepi dan menghubunginya untuk bertemu. Puncaknya, ketika kusadar air mataku menetes sedikit demi sedikit, lalu mengalir, dan terus mengalir.

Ketika kumengingat ucapan Sang Mama kala kumemasuki ruang jenzah, ketika kukenang janji apa yang belum terwujudkan sebelum ia meninggal, ketika itu air mataku makin tak bisa terbendung.

Aku makin sadar bahwa aku merindunya di saat bus ini berhenti sejenak mencari penumpang dan dengan sekejap menjadi penuh sesak. Aku merindukannya dengan sangat. Merindu Wayan untuk hadir kembali, menemaniku, menghiburku, pun membentakku. Aku rindu Wayan jutaan kali.

Wayan, adakah kau rindukan aku?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.