Langsung ke konten utama

Gara-Gara Pengamen!!!


Kok nyalahin pengamen? Emang kenapa? Pengamen emang bikin Jakarta makin berwarna, berwarna butek bagi mereka yang suaranya nggak banget!!! Hmm... Sebenarnya bukan itu yang mau aku sharing di sini. Lebih kepada personal experience aja heuheu.


Sore, setelah adzan maghrib berkumandang, aku yang duduk gelisah di bangku barisan dekat pintu bus kuning 102 tak henti-hentinya mengurut-urut perut kembung nan melendung ini. Kemarin habis diuji kesabaran sama Allah, sampai hari ini juga sih... Akunya sakit :"(

Sakit perut aja sih, cuma ya gak enak lah. Namanya sakit. Mana lagi puasa, bukanya pake permen doang, gimana gak mau gelisah, coba?

Aku akhir-akhir ini senang sekali pulang lebih awal sampai rumah. Pokoknya gak mau banget kalau maghrib di jalan. Kangeeeen gitu. Ternyata, rasa rindu itu akibat kantong kering bin miskin bin kere bin fakir. Agak curang ya, giliran miskin, inget rumah. Coba kalau lagi makmur, kayak lupa jalan pulang aja.

Nah, ketika sudah di seperempat jalan menuju rumah, kawasan Gandaria, sesosok pemuda berbau tak enak dan lusuh, naik ke bus dan mengucap salam sekencang-kencangnya. Mungkin kalian sudah bisa menebak tipe manusia seperti apa yang aku sebutkan. Ia tiak bergaya nge-punk, tidak pula dicacat-cacatkan. Ia sempurna secara fisik, namun berpura-pura jadi mantan narapidana yang sudah bertaubat. Ia menodong secara tidak langsung dan tentu meminta belas kasih. Lebay-nya, ia rela berlutut di depan pintu di hadapan semua penumpang. Tak sedikit hatiku tergerak untuk mengasihaninya. Apa-apaan!!! Masih gagah, masih muda, masih punya tenaga berpidato lima menit, tapi masih aja ngemis! Heran!!! Dan kuperhatikan, setelah ia selesai memberi sambutan, tak ada satu orang pun yang memberikan sepeser logam untuknya. "Sukurin!" gumamku.

Kira-kira lima belas menit kemudian, ketika bus yang kutumpangi mendekati bilangan Pakubuwono, hadirlah gadis berambut pendek yang dikuncir dengan menggendong ukulelenya. Ia membawakan lagu rohani, meski gayanya tak terlihat islami. Aku terus terang tak tahu judul lagu pertama yang ia bawakan, kemudian lagu kedua adalah lagu yang dipopulerkan Opick-Assalamu'alaikum. Apa gak kebalik ya, harusnya kan Assalamu'alaikum dulu... Ah, sudahlah.

Di lagu pertama itu, aku sangat familiar, namun aku lupa judulnya. Penyanyi aslinya sih, tetap, Opick andalannya. Sungguh, suara sang pengamen itu tidaklah enak, sumbang, cempreng dan melengking. Ketika aku berhati-hati mendengarkan suaranya, tiba-tiba saja aku terbawa dengan lirik lagunya yang menyebutkan "maafkanlah bila hati tak sempurna mencintai-Mu"... Pada saat itu juga hatiku lirih, air mataku terjun... Ini lagu kok nyindir banget? Ini lirik kok 'NJLEB' banget...

Aku tersentuh. Lirik itu membawaku kepada segala sesuatu yang telah kuperbuat; dosa, maksiat, kebohongan-kebohongan yang kutebar, kebencian, ketamakkan duniawi dan segalanya. 

Aku sedih. Aku belum bisa mencintai-Nya dengan sepenuh hati. Aku masih asyik dengan duniaku sendiri. Aku masih berpikir ribuan kali untuk berbagi, bersedekah dan kawan-kawannya. Hal yang paling pertama kuingat, bukan lain, yaitu bunda. Aku masih sering saja mengecewakannya, menunda ridho yang terhalang amarahnya kepadaku. Ya, hatiku berkecamuk saat itu juga.

Dengan keadaan yang susah seperti ini, memang mudah sekali si hati menjadi sensitif. Lalu kubawa kembali diriku di waktu kini. Aku kemudian mengucap syukur, syukur akan kasih-Nya hingga kini membuatku tetap hidup, bernafas, menyantap tekwan enak buatan bunda meski perut sedang tidak bersahabat. Aku juga sangat bersyukur karena masih bisa mengemban pendidikan tanpa kerja pontang-panting demi biaya dan ongkos. Rasanya banyak sekali nikmat yang tak mungkin cukup aku jelaskan.

Aku juga mencoba berjanji pada diri sendiri untuk menjaga hati, menjaga emosi, menajaga perasaan orang lain tentunya. Ini semua gara-gara pengamen itu!!! 

Terima kasih kak pengamen, kau pasti dapat pahala setimpal karena telah megingatkanku, walau aku tak menyumbang uang untuk suaramu yang segitu. Maaf ya... 

Andai saja semua orang yang mendengarkan lagu itu seperti aku (teringat segala dosa dan menyesalinya), terlepas dari suramu yang begitu, insya Allah negeri ini akan baik-baik saja ya...

Semoga aku juga tak berhenti bersyukur dan mengingat yang menciptakanku. Amin.

Komentar

Pos populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.