Langsung ke konten utama

Kepala Dua

Terdengar suara pintu kamarku terbuka. Membangunkanku adalah sesuatu yang khas darinya, dengan hanya berdiri di ambang pintu yang terbuka tak seberapa lebar. Dengan lembut ia menyuruhku segera bangun dan sembahyang. Jika rasanya aku kelelahan dan terlihat lama untuk mengambil wudhu, pintu itu akan dibuka lebar dan sesekali disebutnya namaku dari kamarnya, mungkin sekali ketika ia masih belum beranjak dari posisi duduk tahiyat akhirnya.

Pagi ini azan subuh dikumandangkan seperti biasa. Aku teringat hari ini hari Minggu, Januari 2013. Belakangan, beredar isu bahwa Jakarta akan tenggelam dan ternyata ini adalah 'hariku'. Aku akan merayakan 'hariku' di tengah-tengah kekhawatiran akan banjir yang bisa menyerang kapan saja.

Tak ada perubahan saat Bunda memanggil namaku dan menyuruh segera mengambil air wudhu. Tak ada yang berubah saat aku menyahut dengan suara "heeemmmmmmmm" yang panjang. Tak ada yang berubah saat aku menggapai ponsel hitam yang ku setting off pada network-nya dan kuletakkan di bawah bantal. Tak ada yang berubah saat kumulai mendapati tubuhku bangun dari surga kecil bernama kasur. Pun tak ada yang berubah saat kubercermin, mengikat rambut dan pergi ke kamar mandi.

Setelah sembahyang pun tak ada hal lain yang menggambarkan keistimewaan hari itu untukku. Aku tetap menjalani rutinitasku sebagai gadis-yang-tidur-lagi-setelah-subuhan dan bangun lagi setelah mendapati seisi rumah bersih disapu Bunda dan siap dipel olehku.

Sepanjang hari ini pun tak banyak yang aku lakukan. Semuanya terkesan sangat biasa saja. Aku sarapan. Aku cuci piring. Aku menikmati Nat Geo Adventure sambil memangku kudapan. Aku minum. Aku pergi menuruti 'panggilan alam'. Aku jongkok. Aku mandi. Namun, aku menghindari bercengkrama dengan media sosial. Ya, hal terakhir merupakan pembeda dari yang biasa kulakukan di hari-hari lain.

Di dalam kesunyian aku membisu. Tak sedikit pun kata yang aku toreh dalam diary online-ku (twitter dan facebook) di hari ini, membukanya pun aku enggan. Dengan berihitam ini, aku hanya mendapati beberapa pesan, ucapan dan doa dari teman-teman yang (subhanallah) masih ingat dan menaruh perhatian yang luar biasa. Sebab, aku sengaja mengatur profil facebook-ku untuk tidak memberi tahu orang akan tanggal kelahiranku.

Selamat ulang tahun... I love you :* itulah mention pertama dari Bana. Kemudian diikuti voice note pula darinya yang membuat air mata ini haru karena keindahan doa yang Bana pinta. Lalu datanglah pesan singkat dari Ica binti Arlen, Happy birthday dear! Barakallah fii umuriik :D i wish the very special wish that you wish.. Semoga berkah Allah selalu atas mu dear.. Happy birthday :*
(Maaf, hanya tiga besar ucapan pertama yang kubaca lalu ku-posting ya.)

Aku memang tak mengharapkan apa-apa yang wah di hari ini. Bahkan ucapan pertama dari seorang kekasih pun tak terpikirkan untuk menginginkannya, apalagi berharap diberikan kejutan pada pukul 12 malam, datang ke rumah, membawa red velvet cake di tangan kanan dan memeluk gigantic teddy bear dengan tangan kirinya, pula setangkai bunga mawar yg digigit imut oleh gigi-gigi panjang sang patjar. Sungguh, memimpikannya pun aku enggan.

Namun, ternyata ada hal yang lebih indah dari sekedar surprise yang Bana pula Ica haturkan untukku di dini hari pukul 24.00 itu. Ya, aku masih terjaga. Bukan karena ada niat untuk menunggu sampai hari berubah Minggu, tanggal berubah dua puluh tujuh. Melainkan diriku yang sedang tenggelam memainkan beberapa game dari facebook.

Well... Selamat ulang tahun Robiatul Adawiyah. Selamat, akhirnya kau menginjak usia kepala dua. Sesuai perjanjian kepada diri sendiri, kau bersumpah tak akan bertingkah bodoh yang membuat Bunda menangis lagi di depan matamu sendiri. Kau juga berjanji demi membuat diri lebih baik, takkan lagi pamer ini-itu, bertingkah angkuh lagi sombong seolah engkaulah yang paling pintar. Dan kau pula lah yang ingin meneguhkan hati untuk menjadi anak gadis (beralmamater UIN) untuk rajin mengaji dan tak pernah bolong puasa sunah tiap bulan. Semoga berhasil, Biy!

*********

Banyak keinginan yang kuukir dan kusandingkan dengan resolusi 2013-ku. Banyak sekali renungan-renungan yang membuatku menyadari betapa lemahnya aku ketika melihat kebesaran-kebesaran Sang Penciptaku dan mensyukuri segala nikmat dari-Nya ketika kusimak banyak orang-orang yang tak seberuntung aku di luar sana. Tak sedikit pula target-target yang kukejar dengan kobaran semangat demi menggapainya seperti anak panah yang melecut kuat dari busurnya.

Di daftar resolusi 2013-ku, selain ingin terus berkelana, ada beberapa hal yang kutulis untuk mengubah sifat burukku, "berhenti menyinyiri orang lain" (kurang lebih begitu). Ketika kusadari, ternyata hal itu tak mendadak membuatku menjadi seorang gadis manis tanpa dosa. Sulit rasanya menghentikan kebiasaan burukku. Namun, terlepas dari resolusi itu, aku berbisik kepada hatiku untuk tetap menjadi diri sendiri sebagaimana lirik lagu Twentysomething "I'm still having fun and I'll keep being me" oleh Jamie Cullum.

*********

Tenang, Biya yang kau kenal takkan tetiba berubah menjadi gadis manis bertutur halus dan bertingkah anggun selayaknya putri-putri di pesta raja yang menemukan Cinderella. Ia pun tak akan menjadi gadis berperawakan ganas yang bertingkah angkuh seolah ia adalah orang paling berpengaruh se-Ciputat atau preman Palmerah.

Meski ia tetap memiliki seribu-satu akal agar diberi izin melancong. Meski ia terlalu sensitif untuk dibentak. Meski ia sangat terobsesi dengan kecantikan Dian Sastro dan keseksian Anne Hathaway. Biya tetaplah Biya. Biya yang hanya mencintai seorang Bana. Biya yang selalu di-judge sebagai cewek jutek dan hosip-hosip lainnya. Biya yang dianggap sahabat paling porno oleh Indah. Tapi percayalah, Biya akan selalu menjadi Biya dan bukan Biya yang dulu; penyibir orang sesuka hati, penilai orang sebelah mata, penabur benih dendam dan benci, penanam iri dan dengki.

Bagai giatnya seorang Jokowi yang ingin membenahi Jakarta, belum terlihat hasil, namun tak patah arang dalam usaha. Biya pun sedang mengobarkan api semangat untuk berbenah diri. Doakan saja, semoga niat sucinya mulus dan konsisten.

Selamat ulang tahun yang ke dua puluh, Biy... Dewasalah kamu. Berkahlah hidupmu. Cintailah cinta yang ada di sekelilingmu. May Allah bless you!!!

Sweet Seventeen, 27-01-2010

#Grow18, 27-01-2011

#Bold19, 27-01-2012

#Twentysomething, 27-01-2013








Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.