Langsung ke konten utama

Lapar Pangkal Galak



Gak dimana-mana, selalu, kalau perut lapar, emosi bawaannya udah di puncak aja gitu. Saya sering ngomelin mas-mas atau mbak-mbak yang dagangannya mau saya beli, tapi gayanya songong di Jakarta. Apalagi kalau kerjanya lamban. Arek Surabaya pun dapat giliran.


Setelah keluar dari Taman Safari II, Jawa Timur, saya dan rombongan mampir di sebuah ruko yang judulnya Bakpao Telo. Konon di sana menjual berbagai macam rasa bakpao, tapi ketika saya tanya ada rasa apa aja, si arek cuma bilang, "langsung pesan bu, di kasir. Tanya-tanyanya di kasir aja." Oh, okay, fine. Langsung saya lari ke kasir.

"Ada rasa apa aja mas?" Tanya saya lembut.
"Coklat, kacang hijau... (Sunyi)... (Sok sibuk)"

Kemudian bunda saya datang dengan menggondol berbagai macam belanjaan. Bunda mau beli bakpao satu rasa aja, coklat, tapi si mas kasir menolak.

"Gak bisa pilih rasa bu. Sisa paket campur lima rasa, Rp 15 ribu."
"Lima rasa itu apa aja rasanya, mas? Coba sebut!" Nada saya sudah mulai meninggi yang sambil menyodorkan kelima jari saya di depan muka si mas.
"Coklat, kacang hijau, dan strawberry."
"Lha, ini cuma 3 rasa aja, gak adil dong! Kalau mau campur ya lima!!!" Ngotoooootttt sengotot-ngototnya saya.

Si mas-nya diam aja. Gak lama dari itu, ada bapak-bapak hampir tua yang datang kembali dengan komplainnya karena isi bakpao di dalam kotak itu gak sesuai sama inginnya, mintalah beliau untuk ditukar; satu kotak warna ini, satu kotak warna itu. Latah deh si bunda. Bunda mau satu kotak coklat, satunya lagi kacang hijau.

"Bapak itu bisa, saya kok enggak? Boleh tho, mas... Pembeli kan raja!"

Sayang, coklatnya habis. Mas kasirnya mulai melunak, "coklat habis, bu. Mau ganti apa? Ada kacang merah, strawberry, selai, daging..."

Lha, itu nambah rasanya. Kok tadi cuma dikit disebutnya ya? Huft.

Di ruko itu, pegawainya cuma dua, masih dua saat saya datang. Lama-kelamaan, jadi empat. Nah si Arek yang tadi saya sebut itu, yang songong, bertingkah lagi. Ketika dia sedang memegang loyang yang penuh dengan bakpao untuk dimasukkan di oven dekat kasir, bunda bertanya, "mas, itu yang baru dimasukkan ada coklat gak?" Mau tahu respon si Arek gimana? Dia melihat ke arah bunda dan menatap penuh kebencian, bisu, lalu melengos ke dapur lagi.

"HEY! DITANYA MALAH GAK JAWAB!!! NGERASA LAKU LO!!!"
"Tau nih! Woy! Woy!!! HEH! WOY! JAWAB!!!"

Gonggongan saya dan bunda mengagetkan pengunjung setempat. Langsung deh udahannya ngedumel. Sesampainya di mobil, ketika saya mau icip-icip bakpao, eh bakpao-nya dingin!!! Bahkan ada yang masih beku!!! ASU!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.