Langsung ke konten utama

She's Back


"Aaaak, ada elo? Kok??? Ih. Kenapa bangun lagi? Hidup lagi lo?" Aku terheran-heran.
"Iya Ra, gue hidup lagi."

Wayan. Ia hidup kembali. Ia bangkit dari kuburnya. Ia kembali menghirup udara sesak dunia, kembali bersiap ditempa di bumi manusia ini.

"Terus sekarang lo kuliah?" Aku saking bahagianya, tak memperdulikan bagaimana ia bisa datang lagi, hidup lagi. Yang ingkin kutahu, akankah ia tetap tinggal 10 atau 50 tahun lagi.

"Gak tau Ra, lagi bingung. Lagi nyari sih..." Lugu jawabnya.
"Emang mau masuk bidang apa? Masih mau keperawatan?"
"Kayaknya iya. Mama gue yang minta. Gue juga bingung deh nanti bisa ngikutin belajarnya apa enggak."
"Kenapa gak coba di Budi Kemuliaan lagi?" Saranku, Budi Kemuliaan adalah rumah sakit yang telah menerima Wayan dan sepulang dari pengumuman, Wayan kecelakaan.

"Malu gue. Enggak ah. Malu, Ra." Wayan tertunduk, memilin-milinkan baju bagian bawahnya, dan terangkat lagi dagunya.

Aku tidak melihat jelas busana yang dikenakannya. Aku tidak memperhatikan baju model jaman kapan yang terbalut di tubuhnya. Aku hanya terpaku pada wajahnya, cerah, meski tetap tembam. Rambutnya masih sama seperti dulu, tergerai sebahu, ikal dan sedikit pirang. Wayan masih seperti dulu.

"Kok malu sih? Ya gak apa kaliiii... Kan udah pada kenal."
"Nanti pada takut Ra, ketemu gue. Enggak deh. Mau cari yang lain aja."

Kami lalu saling pandang. Aku tertegun sambil meyakinkan hati ini bahwa ini adalah kenyataan. Iya kan, ini nyata kan? Wayan pun begitu. Ia memandangiku dengan dalam, entah apa yang dipikirkan, tapi aku senang. Sedikitku lengkungkan senyumku, ia membalas.

"Kangen Way!!!"
"Kangen? Tapi kok gak meluk gue???????" Rayunya.
"Aaaaaaaaaaah, Wayaaaaaaaaaaaaaaannnnn..." Kuhampirinya lebih dekat, kurentangkan kedua tanganku dan kugapainya dalam pelukan.

*********

Terima kasih Wayan telah hadir dalam mimpiku. Terima kasih telah memelukku erat. Terima kasih untuk senyum sunggingmu. Meski hanya mimpi, aku tetap bahagia.

Ada yang bilang; teman adalah tempat berbagi cerita dan sahabat adalah tempat berbagi rahasia. Meski belum banyak rahasia yang kita bagi dan saling menjaga, tapiku tetap menganggapmu seorang sahabat, Way.

Terbanglah, terbanglah ke surga. Gapailah tangan Tuhanmu. Berdirilah di sampingnya, Way. Kau lebih pantas di sana dari pada hidup di bumi manusia yang kejam ini. Tuhanmu sungguh baik; Ia tahu seberapa mampu kekuatan hambaNya, sebab itulah kau dipanggil-Nya.


Tertanda, Robiatul, yang masih belum bisa singgah di kampung halamanmu.

Komentar

Pos populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.