Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Dying

oh well. this is sunday again. 20th of Oct. i hate being at home and alone, of course i do nothing because they remind me to the past. i need someone to talk neither my mother or your dad, but i need you, indeed. i need you to share the laugh or even we do cry together. i need a big hug not the french kiss. i want to see your smile not your sad eyes. i need your true love to be proven not the words i doubt.

i hate tears. i hate anger. i hate pain but then ive got it all now. i do not have you, even... your love. umm, wait a sec...
do you still love me?
if you don't, therefore i have nothing...

should i keep writing for you? should i keep holding you?
oh, im dying...

Mirror

Di satu lorong. Gelap. Pekat. Berlantai putih keramik, sedikit pecah dan tidak rata. Di sisi-sisinya disesaki dengan beberapa perabot, sepeda, rak sendal dan segala peralatan rumah tangga.
Dia setengah berdiri di sisi dinding yang sedikit lega. Menyenderkan tubuhnya yang ditumpu lutut tertekuk. Memeluk tas yang terbilang berat di tangan kanannya dan mengalungkan helm di tangan kirinya. Hijabnya sedikit kacau. Terkoyak oleh angin di atas motor. Dia menunggu. Menunggu. Terus menunggu.

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

I CAN'T MOVE ON

Hai. Tadi di resto Jepang, adikku memperlihatkan suatu tulisan yang ada di Nokia Express Music-nya bekas aku dulu.
"Kak, apaan nih? Lo yang nulis, ya?" "Mana?" Pintaku.
Jengjeeeeeeeeeeeeeenggg!!!
"Wahahahahahahanjriiiiiiiiiittttt!!! Masih ada? Astagaaaaa..." aku ter-anjrit-anjrit membacanya. "Gile, lo galau kak? Pake ada emot nangis gitu. Dih! Gue cuma ngerti 'I can't move on'-nya doang. Apaan sih, artinya?" Ledek si bungsu. "Ah, gak ngerti dah lo. Tanya Google Translate aje, langganan lo kan..."

Aku Sudah Besar

Kamu sudah besar,
kalau masalah datang, harus bisa diselesaikan sendirian...
Tak perlu dituntun Bunda,
atau bahkan digendong Ayah.

Kamu sudah besar,
ketika hati diserang perih, tahanlah kuat-kuat...
Tak lagi harus tonjok-tonjok lemari,
atau menangis di atas sajadah akan lebih tepat.