Langsung ke konten utama

I CAN'T MOVE ON

Hai.
Tadi di resto Jepang, adikku memperlihatkan suatu tulisan yang ada di Nokia Express Music-nya bekas aku dulu.

"Kak, apaan nih? Lo yang nulis, ya?"
"Mana?" Pintaku.

Jengjeeeeeeeeeeeeeenggg!!!

"Wahahahahahahanjriiiiiiiiiittttt!!! Masih ada? Astagaaaaa..." aku ter-anjrit-anjrit membacanya.
"Gile, lo galau kak? Pake ada emot nangis gitu. Dih! Gue cuma ngerti 'I can't move on'-nya doang. Apaan sih, artinya?" Ledek si bungsu.
"Ah, gak ngerti dah lo. Tanya Google Translate aje, langganan lo kan..."


*********

Catatan:
Ppfffffttt...
I almost cudnt change the feeling.
I almost upset being a girl who has trouble in trusting someone-special.
I almost die with every facts about "boys are liars".
I almost havent a place for someone in my heart.
I almost tired of every single sweet statements which are said by fake-men.
I almost crazy of hanging myself on my "past".
So, how could i get out?
How is my heart?
How can im placing someone in my heart?
HOW CAN I MOVE ON???;-(;-(;-(;-(;-(

*********

Yap. Itulah segelintir kegalauanku saat belum 'besar'. Hmm, kira-kira dibuat tahun 2010-an. Sama sekali belum kusunting. Masih sama persis. Koreksilah jika ada yang salah. Aku berbesar hati.

Jika dikaitkan dengan saat ini, aku rasa ada kemiripan. Ya, aku menjadi sulit percaya (lagi) dengan 'someone-special'. Aku pun sudah begah dengan lelaki yang gemar berbohong. Apalagi dengan kata-kata manis si empunya lelaki gombal. Ah, tai kucing!!!

Pada akhirnya, aku kembali lagi bertanya-tanya, 'bagaimana cinta masa depanku nanti?', 'bagaimana aku dapat mempercayai orang lain?'...

Ya sudahlah. Aku tawakkal. Selalu. Saat ini aku sedang sibuk berbenah diri untuk menyambut (seseorang) yang terbaik kelak. Semoga yang baik-baik menghampiriku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.