Langsung ke konten utama

It's Long Gone

Aku berjumpa dengannya hampir dua tahun yang lalu. Takdir yang membawanya padaku. Kali itu aku sangat mengidam-idamkannya. Ia begitu terkenal, populer--sejagat raya. Secara fisik pun ia sangat ideal bagiku. Tak terlalu kecil, tak terlalu besar, tak terlalu kemayu, lumayan gagah, ah, ia begitu proporsional. Cintaku jatuh pada pandangan pertama.



Lalu, kukerahkan semua jiwa dan raga ini untuk mendapatkan apa yang sudah lama kuimpi-impikan. Aku tentu berusaha sebab ia memang bukan barang murahan. Bagiku, ia istimewa. Ya, sebelum ia hadir, ada beberapa lain yang mampir. Setipe, tapi beda kualitas. Ia harga mati untukku. Hanya dia lah yang benar-benar pas disandingkan denganku.

Waktu bergulir, akhirnya kudapatkan dia. Kami bersama, berdua selamanya. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Kujaga ia. Kurawat ia. Aku rasa perlakuanku terhadapnya cukup baik, tentu aku sangat percaya diri untuk selalu memilikinya hingga akhir hayatku nanti. Hm, meski tak sekali aku membuatnya terjatuh, sedikit perih mungkin. Ia pernah terluka.

Aku masih ingat ketika kuajak ia mengikuti hobiku, travellig ke pantai, ke bukit, ke pulau dan tempat-tempat indah lainnya. Ia adalah andalanku. Ia sumber informasiku. Ia lebih pintar dalam keilmuan dibandingkan aku. Ia segalanya. Tapi aku sadar, ia punya batasan. Ketika ia lelah, aku sering memaksa, ia protes dengan caranya yang membuatku tak berkutik. Mungkin juga karena sikapku yang terlalu menguasainya. Aku terlalu menganggapnya 'milik'-ku. Aku keliru.

Kini, aku kehilangannya. Sudah beberapa bulan lalu ia pergi. Aku baru menyadarinya. Secara jiwa ia telah tiada. Namun raganya masih utuh. Aku masih dapat melihatnya. Ia pergi bersama dengan segenap kenagan yang pernah kami punya. Ia pergi membawa segala rahasia-rahasia yang masih bisa kami jaga. Sering aku berusaha memperjuangkannya kembali. Sudah beribu cara aku tempuh. Nahas, sudah tak ada harapan. Untuk mengembalikannya seperti sedia kala aku harus membayar mahal. Lagi-lagi aku memiliki masalah yang sama, masalah di itu-itu juga. LCD-nya rusak parah. Butuh kocek tak sedikit untuk membenahi itu. Aku tak punya daya. Maka, kuikhlaskan saja ia berbaring di dalam laci meja belajarku. Istirahat yang tenang kawan.

Terima kasih Blackberry Onyx I-ku yang terkasih. Terima kasih atas segala dedikasi pemikiran mesinmu. Takkan pernah kulupakan kamu. Selamat tinggal. I'll be missing you, buddy!

Komentar

Pos populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.