Sabtu, 29 November 2014

I'LL BE MISSING YOU

Hari ini selesai sudah jadi alumni-yang-masih-mahasiswa-diminta-substitute-teacher di sekolah almamaterku dulu. Senang rasanya bisa kembali lagi ke dalam pelukan kepungan revisi sekripsi yang masih saja susah diukir tanda si tangan dosen-dosen pembimbing, sekaligus sedih karena ninggalin abege-abege labil menggemaskan bocah SMA.

Satu hal yang pasti, aku dapat ilmu dan pengalaman yg gak mungkin kudapat dari kelas kuliahku. Soal carut-marut pendidikan tingkat menengah di ibu pertiwi ini, secara jelas sudah kusaksikan 3 bulan terakhir. Biarlah waktu yg menjawab dengan segala aksi dari Pak Anies Baswedan agar segera diselesaikan.

Well, thing that i actually want to share is I REALLY GRATEFUL TO HAVE SUCH A WONDERFUL DREAM JOB which means A TEACHER!!!


Perlahan-lahan Allah mengijabah doaku. Hehehe. Dulu setiap ditanya mau jadi apa, aku selalu jawab master of english. Yaaa... Walopun bachelor degree nya sedang diperjuangkan, tapi aku udah masuk di jurusan yg tepat; english education! And im passionated! Yeay!!!

"Pokoknya aku mau jadi guru! Dan mau jadi guru yg akan selalu dirindukan murid..."

Walaupun masih cetek pengalaman ngajar, baru 3 kali ganti sekolah buat ngajar dan cuma satu semester aja, alhamdulillah aku masih keep contact sama mantan-mantan (muridku).

Apalagi yg bisa dibanggakan seorang guru selain kenangan baik yg tertinggal di hati murid?

Gak jarang aku dibilang galak. Nyolotin. Tegas. Bawel. Yaiyalah! Muridnya mlaha-mlehe muluk! Tapi ternyata di setiap kalimat, "well, guys, i regret to say that today is my last day to teach you..." selalu ada keluhan, " Yaaaaahhh.... Miss Biyaaaaaaaa, jangan pergiiiiiiiii..." Itu rasanya mau pergi, tapi masih cinta! (elaaah!)

***

Waktu masih jadi mahasiswa, ketakutan terbesarku adalah menghadapi dan mendidik bocah SMA!!! Gak tahu kenapa, aku gak mau ketemu mereka. Paranoid. Pasti mereka bandel deh. Susah dikasih tahu deh. Ganjen deh. Porno deh. Bengal deh... dan "deh"-"deh" yang lainnya. Lagipula kan aku pernah jadi abege SMA dan aku bandel! Nanti kalau dibales gimana??? SNEWEN!

Kesempatan baik gak akan datang dua kali. Aku percaya itu. Maka, kuterima dan beranikan diri untuk menyelam di dunia abege-abege SMA.

Waktu pertama masuk kelas, guru bahasa Inggrisku menemani sampai ruang kelas. Beliau juga melihat caraku memperkenalkan diri dan sebagainya. Yup! I was shaky at that time!!! Oh my gooodddd... Anak es-em-aaa!!!

Aku mengajar di lima kelas sepuluh dan tiga kelas sebelas. Akan ada perjuangan yang besar dalam mengingat-ingat nama murid sebanyak itu! Beberapa kali salah panggil. Salah orang. Salah masukin nilai! Hahaha. Namanya juga guru newbie hehehe

Lama-kelamaan aku terbiasa. Terbiasa menghadapi abege. Terbiasa digodain abege. Terbiasa ditertawai abege. Ya pokoknya aku udah cukup settle lah adjusting diri ke komunitas abege! Aku kan juga itungannya masih abege hahaha.

"...but then i was wrong. Kalian tuh menggemaskan ya! Saya senang. Terima kasih ya, soubh!" Itulah penggalan farewell speech-ku untuk mereka.

***

Iya, aku sering banget nyapa muridku dengan "soubh", "bouss", "sist", "gaes", dan masih banyak lagi.

Sampai akhirnya aku bergumam, "Aaaahh... Enak banget ngajar abege, tjui! Enaaaak!"

Iya enak. Serius. Mereka udah bisa diajak kompromi dan obrolin masa depan. Tentang nilai dan sikap-sikap yang harus mereka pegang. Tentang kejujuran. Tentang kedewasaan. Tentang mimpi dan rencana yang sudah harus mereka susun. Mereka asyik!

Sebagai guru yang dianggap muda, gak jarang aku dianggap sebagai wadah curhat. Curhat tentang apa saja. Asmara, keluarga, sahabat, guru dan gosip-gosip lain yang berkembang. Sering kukatakan pada mereka agar tetap jomblo selama sekolah. "Jangan pacaran ya, soubh! Gak enak. Buang-buang waktu. Buang-buang duit juga. Belom lagi galaunya. Ampun deh!" Itu kalimat aku ucapin di depan kelas. Ya sekalian curhat colongan deh.

Berhadapan dengan abege sama dengan berhadapan dengan realita! Realita abege masa kini adalah abege yang mau nilai tinggi tanpa kerja keras. Abege yang hidup dengan level tinggi tanpa memperhatikan kemampuan sendiri. Abege yang kebanyakan gaya tapi gak ada otaknya! Eeergh! Kezel! Ya walopun gak semuanya begitu, tapi rata-rata ya begituuuuuu!!!

Beberapa kali aku memergoki bocah yang menggunakan nail polish, mascara, eye liner, soft-lense dan bahkan cowok-cowoknya semarak kompak pakai pomade!!! Kaget? Weh, jangan salah... Realita anak abege 2014 gitu loh!

Sebagai guru yang sarcasm, kubacoti lah mereka. Bagian yang paling sarcast adalah; kamu ke sekolah itu buat belajar, bukan jual diri!!!

Parah emang sih, ya namanya orang kezel!!! Kulanjuti dengan; kamu gak apa kok bandel, asal pinter. Kamu gak apa tidur di kelas saya, makan, ngobrol, tapi harus cerdas ya! Saya mintanya bandel, bukan ganjen, cabeeeee~~ (sambil haha hihi) muehehehehe

Masalah kenakalan abege, aku mah gak ribet ya. Selama masih di dalam batas kewajaran dan bisa diatasi, ya rapopo. Sering kok mereka dihukum pakai sarung gegara celananya terlalu skinny. Alhasil kalau di kelas duduknya bagai engkong-engkonh lagi duduk di bale, ngangkang, kipas-kipas. Ya selama masih bisa nyimak materiku ya gak apa.

Tapi, kalau di kelas main handphone, googling tanpa izin, atau bahkan terdengar deringnya sedikit saja, aku akan murka!!! Hukuman yang berlaku adalah menulis surat perjanjian & membawa coklat untuk Ms. Biya! Gak boleh Silver Queen! Aku gak suka SQ soalnya. Akibatnya, selama 3 bulan ini, ada belasan coklat yang kudapat, kebanyakan Cadbury dan Toblerone! Yihiiii~~

Kepada murid abege laki-lakiku, kusebut mereka berondong. Banyak yang lucu dari para berondong ini. Mulai dari menyapaku dengan tambahan "cantik" sampai ada yang nekat ngajak nonton!

Pada bagian hidup yang seperti ini, hatiku diuji. Kesabaranku, emosionalku, tatapan mataku dan jari-jemari ini untuk tidak mencubit pipinya. Hehehehe.

"Miss Biya mirip Raisa deh. Cantik euy!" Rajuk si berondong.
"(langsung nyanyi Could It be Love)"
Eh dia kabur. Mungkin ilfil sama suaraku.

"Miss udah nonton Interstellar?" Kata satu oknum berondong.
"Belum nih. Pengen deh. Bagus ya emang?"
"Yuk nonton! Ke Kokas aja Miss, yang deket..."
"Yuk, kapan? Selasa aja apa?"
"Oke."

(Sudah hari Selasa waktu itu.)
(Rabu)
(Kamis)

Jadwal pelajaran Bahasa Inggris di kelas berondong yang ngajak nonton itu hari Kamis. Setelah jam belajar selesai, ia menghampiriku.
"Miss, kan saya yang ngajak nonton kemarin..."
"Oh, iya. Lah kamu kemana? Gak ada kabar."
"Saya gak tau mau hubungin Miss kemana. Yauda kan kemarin gak jadi Interstellar, Mockingjay yuk!"
"Hmm.. Enggak ah, kamu bau sih."
"Masa sih, Miss?"

Padahal doi wangiiiiiiiiiii banget! Akunya salting. Bodoh. Gagal deh.

Ada waktu di mana aku yang berbalik menggoda. Waktu itu sedang kugelar ulangan harian. Salahku juga sih, malah bersiul-siul ala Mockingjay si Katniss. Mereka latah. Berondong-berondong itu. Ikutan berisik. Siul-siul. Ngobrol dan diskusi. Akhirnya kubentak mereka.
"HEH BERISIK!!! YANG BERISIK SAYA AMBIL NIH!!! (pause) HATINYA!!!"
Ealah, mereka malah langsung tenang. Yah aku ditolak deh :(

***

"Miss Biya nanti kita selfie yaaa..."
"Miss jangan pergi doooong..."
"Jangan tinggalin kita Miss Biyaaaaaa..."
"Nanti kalo udah lulus balik lagi ya Miss, ke sini..."

Dan sebagainya, dan sebagainya.

Dalam setiap perjumpaan pasti ada perpisahan. Iya kan? Itulah kalimat-kalimat yang bocah muridku katakan ketika minggu terakhir aku masuk kelasnya.

Ada rasa sedih, bahagia, bangga, dan nano-nano. Di minggu terakhir itulah kugunakan untuk berpamitan.

"I don't like to be called as a teacher, i prefer be called as a mentor or a counselor. I might have made mistakes and I apologize for that ya... I know I'm just a human. We learned a lot together here, guys. Thank you for teaching me about patience. Thanks for teaching me how to control myself, how to be a good teacher, how to overcome your problems. Thank you for being part of my life's journey. I'll be missing you all. I love you."

Ketika kulihat ke sekeliling kelas, ternyata mereka menitikan air mata. Aaaah... How cannot i love them and this job!!!

Thank God for sending them into my life. Another great moments. Another beautiful memmories.

Selasa, 19 Agustus 2014

Empat Tahun Kemudian

"Hahaha sayangnya sekarang gw udah ga peduli yaa apapun yang lo lakuin, pergi aja lo jauh jauh dari hidup gw"

Lantas aku berurai air mata. Masihkah kau acuh kepadaku sampai detik ini? Aku yakin tidak. Aku bahkan sebaliknya kepadamu, mengingat kau penuh seluruh.

Malam ini sedikit sunyi. Hanya suara kipas laptop tuaku dan denting jarum jam dinding yang menemani. Sudah agak larut memang. Aku yang sejak tadi sibuk berselancar di dunia maya, tak sengaja membuka-buka lagi kotak surat di facebook. Kau bisa menerka apa yang kudapati. Ya, surat-menyurat kita.

*********

Satu jam sebelum kubuka facebook, ada beberapa hal yang membuatku berkaca-kaca. Berhubungan dengan 'surat-menyurat', aku sedikit menahan tangis, menenyembunyikan haru juga kupendam rindu. Ketika mata dan jari-jari ini mulai lihai di depan layar, kubuka (lagi-entah berapa ratus kali) inbox 'bekas' kita jaman jahilliah dahulu. Tertanda tanggal 9, bulan 9, tahun 2009. Isinya tak lain keributan kita. Hingga baru kudapati bahwa keributan kita dimulai sejak Juni, 25 tahun 2009. Oh, aku menyesal.

Kamu benar-benar murka dan aku tak menegerti bagaimana mendamaikannya. Kamu pernah sangat kecewa padaku hingga aku tak tahu harus berbuat apa. Bahkan aku tak bisa menunjukkan betapa berharganya kamu dalam hidupku setelah kau memakiku, "gw ga ngerasa jadi orang pertama yg tau kondisi lo. gw juga sadar ga semua tentang lo, gw mesti tau. karna gw emang gada arti apa2 di hidup lo. tenang aja, gw udah bisa terima kok." Sungguh aku masih sangat hancur.

Ingin kuhapus memori tentangmu, namun tak sampai hati ini melakukannya. Ingin kulupakan kenangan kita, tapi tak mungkin dapat kulupakan. Maafkan aku untuk semua kekecewaan yang pernah kau telan dariku. Maaf jika kepedulianku tentangmu tak pernah nampak. Maaf jika sampai detik ini aku masih saja merindukanmu.

Jangan pernah pergi, Ras... Jangan... Tak rela rasanya ditinggal sahabat terbaik sepertimu. Aku mohon...



Rest in Peace Ni Wayan Desi Larasani, 16 Desember 1993 - 28 Juli 2010


Jumat, 02 Mei 2014

LULUS YUK!

Entah kenapa judulnya LULUS YUK!
Umm, mungkin karena aku lagi ditekan agar cepat lulus strata satuku, atau mungkin aku sedang menyemangati diri sendiri, malah bisa jadi aku memprovokasi kawan-kawan yang juga belum lulus kuliah. Yuk lulus!!!

Anyway, today is a national education day in Indonesia! Yeay! Selamat hari Pendidikan Nasional! So many hopes and wishes for our educational system, yet I cannot explain even I'm not going to talk about that. Well, lets start by reciting basmalah! Bismillah...

Senin, 14 April 2014

GARA-GARA DJOKO SUSILO

Siapa yang tak kenal Bos Djoko Susilo? Kalau kalian belum mengenalnya, kalian bukanlah rider sejati! Kalian tidak anti selip!!! Malas mengulas, sila klik tinta biru ini.


So, sekarang sudah kenal tho, sopo si Bos Djoko?

Senin, 27 Januari 2014

XXI

Hell-oh 21!!!

Memasuki usia baru aku semakin merasa tua. Makin malu kalau di rumah harus diteriakkan bunda untuk sembahyang. Makin malu kalau membuat kesalahan yang berdampak air mata bunda bercucuran. Makin malu juga jika aku masih saja hobi ngambek ketika keinginan tak sepenuhnya terpenuhi. Ah, usiaku bertambah satu. Dua puluh satu.


Rabu, 01 Januari 2014

Evaluasi #Resolusi2013

Hai. Happy new year 2014!!!
Oke, tahun ini aku sepertinya enggan membuat daftar resolusi, meskipun hal itu penting bagiku untuk berkaca, tapi agak sedih nantinya kalau gak tercapai.

Well, aku pernah posting tentang #RESOLUSI2013. Nah, sekarang aku akan bahas resolusiku tahun lalu; apa saja yang gagal dan mana saja yang tercapai! Let's see...