Langsung ke konten utama

Dear... Thanks

Dear you... Akhirnya perjuangan kita gak sia-sia yaaa... I dedicated my life to you for almost a year! Maaf kalau selama hampir setahun ini aku rada gak komit sama kamu sebab beberapa distraksi; kerjaan lain yang menghasilkan uang, kesenangan jalan-jalan, pantai, atau kenangan-kenangan masa lalu yang masih suka menghantui.

Akhirnya kita sampai pada hari ini dimana aku dan kamu diumumkan sebagai satu ikatan yang sah! Tak terpisahkan. Syukurku bukan main kepada Allah Yang Maha Esa. Aku berjuang sangat keras dan kamu bertahan begitu kuat. Kita hebat!

Hanya Dia-lah yang tahu jatuh bangun aku membina ini. Susahku. Senangku. Mungkin aku banyak mengeluh di sosmed, tapi mereka tak pernah tahu sedalam apa perjuanganku demi kamu. Demi orang tuaku. Demi masa depan kita.

Mereka gak akan pernah tahu saat masa-masa sulit kita, aku patah hati, aku pun makin rumit denganmu. Rasanya ingin mati! But i know, we're worth it to fight! Dan kamu menguatkanku saat itu. Thank you so much!

Terima kasih ya kamu, semenjak ada kamu, aku sering ibadah sunnah. Doaku panjaaaaaaang banget. Solatku jadi lama. Biasanya kan kayak capung cebok hehe. Untuk kamu, untuk kita. Untuk masa depan dan semuanya. Semoga ada atau gak ada kamu di sampingku lagi, ibadahku tetap terjaga.

Terima kasih, kamu telah mendewasakanku. Telah menguatkanku. Telah mencerdaskanku. Telah mengajari pentingnya sabar, ikhlas dan tawakkal. Telah membuat hidup dan pikiranku lebih positif. Kamu segalanya. Terima kasih yang tak terhingga.

Mungkin ini berlebihan, tapi benar, aku sangat menyayangimu dan aku sungguh-sungguh. Akhirnya. Alhamdulillah.

Skripsi, aku sarjana juga!
Aku siap berkomitmen dengan tesis, kalau begini!!!

Komentar

Pos populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.