Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

The Solehah Girls

"Surround yourself with BETTER people. You are the average of the five people you spend the most time with." - Anonym
Pertama-tama, saya haturkan kepada kalian, selamat tahun baru masehi 2015 bagi yang merayakan. Perayaan tahun baru adalah kesunyian masing-masing.

Di awal tahun 2015 ini, banyak kejadian indah yang sudah aku terima. Kelar sekripsi, disidang sama dosen-dosen paporit, dirayain bareng-bareng sahabat! Kurang kul apalagi awal tahunku???

Omong-omong soal sahabat, ketahuilah bahwa aku bersahabat dengan para gadis-gadis solehah. Bekas santriwati, keturunan kiyai, calon ibu guru masa kini dan calon istri yang pasti akan mengabdi pada suami.

Sebagaimana Opick bersabda soal obat hati, perkara berkumpul dengan orang soleh adalah hal yang dianggap penting. Bagaimana tidak, dari lima usulan, setelah baca Quran dan maknanya, solat malam dirikanlah, selanjutnya disusul dengan berkumpulah dengan orang soleh. Dan aku aman.

***

Pengumuman tes Ujian Masuk Bersama (UMB) waktu it…

Pulang ke Kampung (Orang) Bagian I

"Aelaaaaah... Ntar sik, abis gue daftar wisudaaaaa~~~" Rengekku kepada Dita.

Dita, salah satu anggota Genk Solehah, asli Purwokerto. Sudah satu semester ia tak pulang ke rumah. Maklum, mahasiswa tingkat akhir. Harus skripsi, sidang, mengejar dosen demi tanda tangan dan birokrasi-birokrasi kampus yang bisa bikin mampus demi sebuah toga.

Dita ingin pulang. Aku ingin ikut. Singkatnya begitu. Cetot dan Tiwul pun juga. Mereka kawan sepermainanku di kampus. Sayangnya, ketika Dita lapor mau pulang, aku masih ribet urus ini-itu sisa ampas-ampas sidang dan mengejar deadline daftar wisuda. Makanya aku merengek untuk sabar menantiku. Alhamdulillah semua urusan lancar dan cepat.

"Kita mau berangkat kapan? Selasa?" Tanya Dita via Whatsapp.
"Rabu ajaaaa... Selasa gue masih ada privat hehehe" Balasku.

Oke, tiket berangkat sudah dipesan. Dengan kereta Bengawan yang sudah tidak murah lagi kami berangkat. Sebelum Rabu tiba, kudapati pesan dari Tiwul,"Bi, beli tiket ba…

Bunda, Curhat, dong!

"Bund, aku terlalu muda gak sih buat punya rencana ini-itu?" Tanyaku.
"Apa rencanamu, memangnya?"
"Nanti kalau udah kerja, aku mau nabung tapi dalam bentuk emas. Terus bunda mau gak tolongin DP-in rumah, cicilannya biar aku, kalau tabunganku udah cukup, aku ganti uang yang buat DP itu... Aku juga pingin banget punya usaha bakery shop, nanti head chef nya Kak Ria, Halimah, Ibu. Akan kuberdayakan janda-janda! Hahahahaha..." Aku mengepalkan tangan di depan muka Bunda.
"Lah, ngocol. Ya, baguslah. Gak kok, gak terlalu muda. Memang harus begitu, punya tujuan dan target yang jelas. Lagipula kan kamu udah mulai dewasa. Soal rumah, semua udah ada di otak bunda. Makanya kamu kalau gajian jangan jajan mulu!" Sahut si bunda.

"Hehehe iyaaa... Hmmm... Kalau soal nikah. Gimana? Aku gak mau nikah tuaaaa~ kalo ada jodohnya, aku mau nikah usia 23 tahun. Boleh?" Pintaku dengan mantap.
"Gak perlu nunggu umur dua tiga, besok kalo ada yang mau lamar ya…