Langsung ke konten utama

Untuk Iqy Ajiy Daryini


Halo Mz...

Terakhir kali aku diminta buat resensi buku itu sejak jaman kuliah semester lima dengan mata kuliah Extensive Reading yang banyak requirement-nya untuk dipenuhi agar lulus mata kuliah ini.

Kurang lebih 20 novel berbahasa Inggris, 15 artikel berbahasa Inggris dan 10 text book berbahasa Inggris wajib kubaca, kuanalisa, kuresensikan dan kupresentasikan. Woyoooo~ boleh lah sombong, perolehan nilaiku waktu itu A. Hehehehe.

Nah karena aku sudah (dianggap) jago meresensi, maka tulisan ini aku niatkan untuk TIDAK MERESENSI bukunya Mz Iqy yang berjudul Out of the Truck Box itu. Melainkan, aku akan mengata-ngatai sahajaaaa~ sesuai permintaanmu! hahahahaha~

Loh, ngapain diresensi? Aku udah jago. Bukunya lumayan laku juga tuh. Aku juga sudah banyak jasa dalam menularkan virus-virus kekoplakan beliau sebagai penulis kepada seluruh khalayak kawan-kawanku untuk membeli dan membaca OOTTB. Bilang apa hayo, mz?

Mari kita mulai. Perkenalanku dan Mz Iqy bermula pada makhluk ciptaannya Aa Zuckerberg, fesbuk. Oh no, beberapa momen sebelum pertemanan di fesbuk, aku diminta mas-mas gagah tersayangku untuk baca draft tulisan blio yang akan dimuat di mojok.co pertama kali saat itu (tulisan itu bagian dari buku yang aku serta kamu, saudara setanah air baca lho. Buka halaman 75 deh).

Selama baca itu, aku ngikik tak tertahankan. Lalu otak ini mengeluarkan neuron-neuron rasa senang dan gembira. Hatiku langsung dag dig dug. Siapakah penulisnya? Mengapakah ia begitu lucu? Bagaimanakah rupa sang penulis? Di manakah ia mengemban ilmu menulis sehingga menjadi jenaka begitu? Dan hatiku berkata, "idolakan dia, Biya. Idolakan!"

***

"Oh yaudah, aku aja deh yang add kamu kalo malu..." beliau berkata dalam suatu kotak kolom komentar di fesbuk.

Dan benar saja. Iqbal Aji Daryono meminta pertemanan. Woooooghhh~~
Langsung aku klik yes lah. (Meskipun ternyata belakangan ini, setelah blio tenar, aku di-unfriend... hiks hiks hiks... Ciyeee, yang katanya kalau abis unfriend orang sama aja kita melepas banyak kesempatan untuk belajar memahami dan memperkaya perspektif dari orang lain, ciyeeeeee~~ Rahasia kebijaksanaanmu itu, mz, mana? Manaaaaah? Aku akhirnya cuma follow sampeyan. Huuuuuu). (Eh ternyata setelah tulisan ini terbit, aku di add lagi loooohhh~ Mz Iqy memang sangat bijak. Mz Iqy panutanku!!!)

Selama berteman di fesbuk, aku sangat senang membaca update-an status blio tentang Hayun. Aku sukaaaaaaak banget sama Hayun. Apalagi sang bapak mulai memamerkan skill-skill bijaknya dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan bocah wedhok satu itu. (Hhhh~ caper deh mz.)

Di buku ini, aku betul-betul merasakan apa yang Mz Iqy dan keluarga rasakan. Salah satunya, blio memuat judul Pede Education. Aku guru, Mz. Di sekolah yang isinya sama seperti sekolah Hayun. Pede education oriented BE GE TE!!! Murid-muridku secara kognisi sangatlah jauh bila disejajarkan dengan murid-murid SD Impres produk presiden kita tercinta yang terdahulu. Namun, jika mereka diadu uji kepedean dan kreativitas, aku yakin, murid Indonesia palingan cuma bisa urek-urek kertas gak jelas dengan crayon atau merawis-rawis karton dengan gunting yang urakan. (Maaf, bukan mendeskreditkan anak bangsa sendiri, tapi aku juga pernah ngajar di sekolah lokal-yang text book oriented. Kebanyakan dari mereka kalau diminta sesuatu yang kreatif, orisinil, art and craft gitu, ya pasti copy, paste, and print. Dats it! Wats da special???)

Kemudian aku makin haru ketika membaca Menjadi Bapak di halaman 231. Gak perlu berpanjang-panjang aku ulas. Kalian bisa baca lagi dengan khidmat. Bahwa kerinduan anak tentang sosok bapak yang hangat adalah kesunyian masing-masing :)

Oke. Salah berikutnya ada di halaman 152, Minder Irlander. Aku juga merasakan ini di lingkungan sekolahku. Kita, orang Indonesia, sering sekali mengekspresikan kehebohan jika ketemu turis-turis bule blonde di jalan lah, restoran lah, emol lah, tempat wisata lah dan lain lain lah. Trus tiba-tiba minta foto bareng lah. Wat the faaaaakk!!! Mereka itu bule miskin, ngapain poto-poto sama bule miskiiiinnn?! (Eh maap, bule, pakle...)

Yang lucu, ada salah satu rekan kerjaku, setiap sekolahku ada acara gathering, farewell atau apa pun itu yang melibatkan bule-bule di sekolah kumpul, dia ribut banget minta difoto di tengah-tengah kumpulan bule. Yawlo... minder irlander syndrome is detected.

Belum lagi murid-murid blonde ku yang merasa bahwa aku itu lokal, jadi mereka bisa bentak dan membangkang sebebasnya.
"Hey! Your parents come to Indonesia to earn their lives, you go to this school to be smart, to study, not to yell and get angry at me all the time you want! You know, it's my country, i can easily get you off from here if you still behave impolite to the local people!!" Hahahahaha mampus lo. Jadi, janganlah minder ya. Bule-bule itu cuma menang bahasa Inggris doang kok... gimana Mz Iqy? Setuju?


Menurutku, buku ini seru sebab bapakke Hayun sangatlah selo menulis tiap momen yang terjadi dalam pengembaraannya di Ostrali. Satu hal yang buat aku hampir mati penasaran, sampai aku cari fesbuknya, media sosial lainnya, sampai ketemu dan kepo instagram sang wonder woman di balik gagahnya seorang Iqbal Daryono, Mbak Nurul (bininya)!!! Kok jarang disebut, sih Maaazzzz? :(

Saudaraku sebangsa dan setanah air, asal kalian tahu, Mbak Nurul ini wonder woman. Sumpah. Menurutku sih yaaaa. Mbak Wonder Woman itu sedang melanjutkan studinya yang aku percaya sangat membuatnya ucing ala balbi, apalagi ditambah dengan mengurus anak, rumah, ngempanin dan mbekeli sang suami, mana jago masak, bikin kue, gak narsis kayak aku pula! Menyuport suaminya bangeeeettt... Ta, ta, tap, tapi, tapiiiii di buku itu sama sekali gak ada kisah menarik dari sosok sang wonder woman!!! Waaaaa~ parah parah parah... mau beri kesan bahwa ente super dad, gitu, mz? peace, men... tempat pipis di mana, meeen? Hehehe

Semenjak berkawan via Instagram dengan Ibunda Nurul, otakku berbalik arah. Rasa kagum dan pengidolaanku jatuh kepada sang Ibunda Nurul Wonder Woman. Gak tau kenapa, aku malah ngefens banget nget nget nget sama blio. Ibunda Nurul Wonder Woman lah inspiratorku supaya bisa sekolah lagi, ke luar negri juga, dibayarin orang pula, punya suami yang (gak) kaya Mz Iqy... Punya keluarga yang aduhai~

Mbak Nurul, kalau Mbak baca ini, sungguh inilah ungkapan jujur dari dalam hatiku. Suamimu itu, sang idola mahmud (mamah-mamah muda), yang baru add friend aku (lagi) ituuuu, gak akan heboh dielu-elukan makhluk bumi lain tanpa dirimu, Mbak wekekekek...

Untuk Hayun, aku pingin banget ketemu kamu. Pingin dikatain, "use your imagination", kamu kiyut banget sih... Don't grow up ya Hayun, it's just a trap! heuheuheu

Baiklah, cukup sekian yang bisa aku kata-katain ya, mz. Gak ada maksut apa-apa kok. Aku sudah cukup senang sekali bisa kenal Mz Iqy, Ibunda Nurul Wonder Woman dan Hayun Kiyut via internet, meski belum pernah bertatap muka. Bukankah itu tujuan dari internet, menjauhkan yang dekat?

Nanti, kalau ada kawan lagi yang tanya-tanya, mencari ilham dan minta rekomendasi buku apa yang musti dibaca, aku pasti gak ragu untuk bilang, "Out of the Truck Box!!!!!" dan idolakan istri sang penulisnya! wakakakakak...
Salam gawl,

Biya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNIVERSALISME VS PARTIKULARISME

Menurut survei yang dilakukan oleh Political & Economic Risk Consultancy yang berbasis di Hongkong, Indonesia adalah negara paling korup dari 16 negara di kawasan Asia Pasifik. (Kompas, 2012) Fakta yang mengkhawatirkan. Dengan indeks persepsi korupsi sebesar 1.9 dari angka terbesar 10, Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara baru yang sampai hari ini masih dililit masalah peperangan di mata internasional. kerugian akibat korupsi sama dengan dampak perang, bahkan bisa jadi lebih. Tentu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)  bukan istilah yang asing lagi di negeri ini. Menjelang jatuhnya Soeharto, KKN ramai disinggung dan dibicarakan. Pada masa reformasi, KKN semakin sering dibicarakan untuk diperangi demi pemerintahan yang bersih (good governance).

Operasi Geraham Bungsu (Impaksi)

Tulisan ini kubuat atas dasar pemikiran kawanku, Pandu Ashari, yang mengusulkan untuk dikenang dalam blog. Sungguh, ia sangat mencerahkan. Lumayan, menambah warna tulisan di blog ini, tak selalu kelabu (read: galau).
*********
Aku terlahir sebagai anak yang malas menggosok gigi. Biya kecil, dulu, kalau makan selalu diemut dan lama. Konon, nasi-nasi atau makanan yang ada di dalam mulutku bisa sampai kubawa tidur saking lamanya mengunyah. Belum lagi ketergantunganku dengan minum susu di botol sambil tidur belum hilang sampai kelas 2 SD. Parah. Jangan tiru adegan itu ya. (Kalau punya sepupu, keponakan atau anak, cegahlah mereka.)

Ngurus STNK di SAMS(SUCK)AT

Jadi gini, pada hari Selasa, 5 Februari 2013, gue pergi bersama abang sepupu ke kantor SAMSAT di deket SCBD, Semanggi, buat ngurus STNK abang kandung yang hilang beserta dompet dan isinya. Dari latar belakang itulah lahir pengetahuan dan pengalaman gue ngurus keribetan birokrasi negeri ini dan sogok-menyogok depan mata.

Pertama-tama, pastikan dulu motor lo itu wilayah mana. Bisa dilihat dari tiga huruf di belakang plat nomer. Kalau huruf depannya T, berarti segala administrasi, berkas, data dan lain-lainnya ada di SAMSAT Jakarta Timur (T). Kalau B ya barat, S ya Selatan dan seterusnya. Contohnya motor gue B XXXX TPS, nah, udah pasti di timur lah ya.