Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Singapure dan Segenap Gejolak Jiwa (Bag. II)

Di gank kami, ada seorang kawan bernama Kosuke. Dia kawan favorit saya. Dialah satu-satunya orang yang mengajak saya bicara banyak (dengan bahasa Inggris tentu!). Dia lah yang rela curi-curi pandang saat saya ngobrol dengan Japanis lain, khawatir saya kurang 'mudeng' sama English-nya lalu ia mencoba menransletkan. Kosuke yang ikhlas duduk di lantai berlipat kaki sedangkan saya malah duduk di kursi sebab katanya "Japanis udah biasa keleeuuss duduk kek giniiiiii~" dan kami berbincang-bincang panjang. Dia pula lah yang menghampiri saya ketika Bu Uki ke toilet saat dinner dan duduk di sebelah saya sambil menerjemahkan sedikit-sedikit apa yang kawan Japanis lain diskusikan. Ketika saya mengedarkan rendang, bekal dari rumah, kepada seluruh Japanis di meja makan, Kosuke lah yang siap mendengar celotehan kawan-kawannya dan ia terangkan lagi kepada saya. Pokoknya, Kosuke lah kawan (yang baru kenal) termanis dan terbaik saya di sana. Sudah sebegitu manisnya, dia wangiiiii seka…

Guru Bangsa

Malam itu dingin. Sedingin susu buatan bunda yang tak sempat kuminum sejak pagi hingga sore. Gelapnya malam tak mempengaruhi semangat juangku di jalan pulang. Rintik gerimis masih sangat bersahabat bagi para pekerja-pulang-malam Jakarta. Jalanan Ciputat-Pondok Indah cukup licin digesek roda-roda kendaraan bekas guyuran hujan tadi.

Singapure dan Segenap Gejolak Jiwa (Bag. I)

How to start this?
Wow. My heart melts just to write the first line. And here comes the tears I hold until I finish this sentence. Full stop. Tears, please stop.

Alright. First of all, I would like to say Alhamdulillah ya Allah!!! This Singapore trip is beyooooonnddd my traveling list. Oh, I forgot to say that I'm a very nationalist one in spending money for holiday. NEVER WANT TO GO ABROAD BEFORE I FINISH EVERY LAND AND WATER IN MY OWN COUNTRY!!! Hehehe

Soooooo, ke 'Singapure' (kata encang) adalah bukan tempat dambaan saya berkelana. Sekalipun luar negri yang saya damba-dambakan selama ini ya Mekah dan Afrika saja. Singapore??? What's in there??? Mungkin karena saya beach oriented kalau mau ngetrip, jadi ya saya kira Singapure gak akan punya pantai-pantai seindah Indonesia, dong? Hadeh, I was too soon to judge.

Mungkin cerita ini bisa dimulai dari ulang tahun saya di Januari lalu. Ketika sang adik menghadiahi kakak tercantiknya sebuah "purse". Dan saat hari …

Dare or Not Dare

Seorang kawan mengajarku di sekolah berkisah tempo hari. Obrolan kami siang itu lumayan serius. Tentang masa depan. Tentang tujuan hidup yang teramat mainstream untuk wanita-wanita masa kini: PERNIKAHAN.

Sebelumnya ia bertanya, "Biya sayang, lo mau nikah karena apa sih?"
"Karena Allah lah miss~ karena kalo gak nikah, bukan kaumnya Nabi Muhammad." Kujawab dengan solehahnya.

"Oh, jadi hidup lo harus ada di jalan Allah lah ya... Setuju, setuju." Katanya.

"Terus yang paling penting dari calon laki lo apa?" Ia melanjutkan.

"Hmm... Apa ya. Simple sih, aku butuh laki-laki yang gak terlalu keduniawi-duniawian dan juga gak naif terlalu keakhirat-akhiratan hehehe. Yang jelas miss, aku butuh laki-laki yang secara mental sudah sangat matang untuk menjadi imamku dunia-akhirat. Naif gak?"

"Pokoknya yang soleh. Iya? Nih gue ceritain ya, kisah temen gue. Intinya dia nikah sama laki yang tergolong soleh. Ibadahnya rajin. Datang dari keluarga yang …

Gili Sudak hingga Kuta, Lombok

Aku menulis ini di bandara Praya Lombok sambil menunggu boarding. Dan melanjutkan tulisan ini hingga rampung saat di kamar menunggu sarapan dan siap ngantor, serta di sekolah ketika bocah-bocahku sudah pulang semua.

Akhirnya ngelombok juga aing! Hihihi. Senang. Bersyukur. Haru. Sentimentil banget emang si aing ini kalo jalan-jalan jauh pasti ada rasa haru. Iyalah. Gimana enggak. Ketika yang lain pada bangga ke Singapore, Thailand, Jepang, aing hepi banget bisa ke Lombok dengan modal nabung selama 2 bulan cuma abis tiket 1.4jt PP dan uang saku 1.5jt kurang 350rb udah makan enak, gak irit-irit!!! Terharu gak kamu??? Apalagi keberangkatanku ke Lombok dengan membawa segenap rindu di dada pada nasi padang. Sungguh mati, aku udah lama banget gak makan nasi padang dengan menu andalan gulai ayam/cumi. Wadaw!!!

Kali ini aku pergi bareng Kak Nano my love, Ines my girl dan Citeng my baby. Empat hari di Lombok adalah perbuatan yang kentang. Nanggung coy. Belum kenyang. Belum puas. Sebab ada Kak N…